JAKARTA, UJUNGJARI.COM — Ramadan telah memasuki hari ke sembilan. Karena itu jajaran Polri mulai melakukan sejumlah persiapan menghadapi lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah.

Salah satu yang dilakukan Polri adalah melaksanakan rapat koordinasi dengan sejumlah kabinet terkait pemerintahan dengan sasaran pembahasan antara lain terkait kesiapan kebutuhan pokok, sarana infrastruktur jalan, kesehatan hingga menyoal corona virus disease 2019 (covid 19).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rakor yang berlangsung di Mabes Polri, Rabu (21/4/2021) siang tadi menghadirkan beberapa Kementerian terkait dalam rangka persiapan Operasi Ketupat tahun 2021.

Karo Penmas BJP Rusdi Hartono dalam rakor yang bertempat di Rupattama Mabes Polri, mengatakan rakor ini dilakukan untuk menyamakan persepsi dan juga menyamakan langkah di lapangan khususnya dalam kegiatan Idul Fitri pada pertengahan Mei mendatang.

Dalam rakor itu, Menteri Perdagangan membahas masalah kesiapan terkait ketersediaan dan juga masalah harga kebutuhan pokok yang bisa dipertahankan selama Ramadan maupun Idul Fitri nanti.

” Semua sepakat bagaimana kebijakan pemerintah dapat berjalan dengan baik. Pada satu sisi seluruh kebutuhan pokok masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri itu dapat terpenuhi. Itu sudah disepakati dan kami (Polri) tinggal melaksanakan pengamanan Idul Fitri itu bersama-sama dengan pihak pemerintah,” kata Karo Penmas BJP Rusdi Hartono.

Dikatakannya, pada Idul Fitri 2020 lalu, dimana kondisi pandemi covid 19 cukup tinggi, dan tercatat pasca libur panjang lebaran tersebut terdapat data adanya peningkatan konfirmasi positif virus corona sampai 93 persen. Dan data meninggal pada mingguan meningkat hingga 63 persen.

” Mendasari kondisi pandemi pada Idul Fitri 2020 lalu, pemerintah mengeluarkan kebijakan yaitu larangan mudik untuk Ramadan maupun Idul Fitri  2021 ini. Makanya kita mau satukan persepsi agar kita secara bersama-sama mengawal bagaimana aktivitas Idul Fitri ini dapat berjalan dengan aman, khidmat dan selamat. Tentunya tidak terjadi lagi apa yang terjadi pada 2020 lalu,” jelas Karo Penmas BJP Rusdi Hartono.

Oleh karena itu, pemerintah mengajak masyarakat agar dengan kesadaran penuh dapat menindaklanjuti kebijakan pemerintah untuk tidak melakukan mudik pada Idul Fitri 2021.

” Inilah yang dibahas dalam rapat koordinasi tersebut. Jadi kita menyamakan persepsi dan juga menyamakan langkah-langkah dalam rangka mengantisipasi Idul Fitri 2021 sehingga dapat berjalan dengan aman dan khidmat.

Terkait dengan infrastruktur jalan, Kementerian PUPR sejak saat ini sedang melakukan perbaikan pada beberapa badan jalan yang rusak. Dan beberapa hari sebelum Idul Fitri kegiatan perbaikan diharapkan sudah selesai.

Selain larangan mudik lebaran, juga dibahas penting larangan takbir keliling oleh Kementerian Agama. Sosialisasipun terus dilakukan kepada masyarakat untuk tidak melakukan takbir keliling nanti.

” Kami berharap dengan adanya sosialisasi Kemenag ini, masyarakat paham dan mau melaksanakan imbauan pemerintah untuk tidak melakukan takbir keliling. Nanti pada pelaksanaannya aparat akan turun ke jalan untuk melakukan pengamanan. Dan pastinya Polri sudah menginstruksikan hal ini ke jajaran wilayah, Kapolda bersama Forkompinda, Gubernur dan Pangdam di seluruh Indonesia melalui virtual untuk mendengar kebijakan antar instansi terkait dalam rangka melaksanakan pengamanan lebaran Idul Fitri nanti. Dan jika ada masyarakat yang tetap ingin berpergian seluruhnya sudah dijelaskan dalam prokes yakni harus disesuaikan dengan protokol kesehatan,” tandas Karo Penmas BJP Rusdi Hartono.

Selain soal mudik lebaran, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melalui Karo Penmas Polri menegaskan pula larangan bagi anggota Polri untuk ke tempat hiburan malam.

” Hal ini sudah ditekankan oleh pimpinan dan Propam juga sudah mengeluarkan aturan, agar anggota Polri menghindari tempat-tempat hiburan malam, kecuali anggota sedang melaksanakan tugas dan harus dilengkapi dengan surat perintah yang jelas jika tidak maka anggota Polri dilarang untuk berada pada tempat hiburan malam. Apabila ditemukan atau pimpinan mengetahui ada anggota Polri yang melakukan hal tersebut maka pimpinan akan mengambil tindakan tegas,” tandas Karo Penmas BJP Rusdi Hartono.-