GOWA, UJUNGJARI.COM — Meski tersisa lima hari lagi batas akhir pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 110 yang berlangsung di Kampung Allu, Dusun Tanakaraeng, Desa Tanakaraeng, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, namun Dandim 1409 Gowa  Letkol Arh Muh Suaib tetap optimis pekerjaan fisik dalam TMMD tersebut bisa tuntas pada 31 Maret 2021.

Pekerjaan infrastruktur jalan sepanjang 1.000 meter dan dua jembatan panjang 9,9 meter x 5,5 meter hingga kini memang belum ada yang capai 100 persen pekerjaan. Rerata persentase pekerjaan masih dibawah 100 persen. Untuk pembukaan jalan 80-an persen fisik, pembangunan jembatan (1 dari 2 unit) hampir 60 persen dan pembuatan plat duiker (5 unit) masih dibawah 5 persen. Sedang MCK (2 unit) belum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengingat waktu pelaksanaan tersisa lima hari lagi terhitung dari Sabtu (27/3/2021) ini,  pihaknya pun mengurangi satu sasaran fisik yakni pembangunan jembatan II. Nantinya, pembangunan jembatan II yang belum sempat dibangun akan kembali dilakukan pada program karya bakti TNI setelah TMMD berakhir. 

” Supaya nanti semua pertanggungjawabannya jelas, maka kami kurangi satu sasaran  untuk TMMD, mungkin nanti akan kita lanjutkan dengan kegiatan karya bakti mendatang,” kata Letkol Arh Muh Suaib saat dikonfirmasi Rabu (24/3/2021) lalu. 

Dikatakannya, pengecoran pondasi jembatan akaj dituntaskan pekan ini. dilakukan pada Kamis (26/3/2021) oleh tim Satgas TMMD di lokasi Kampung Allu Desa Tana Karaeng, Kecamatan Manuju.  

” Insyaa Allah kita masih punya waktu beberapa hari, semoga bisa selesai,” kata Letkol Arh Muh Suaib.

Diakuinya, molornya pekerjaan fisik dua jembatan dalam TMMD kali ini disebabkan cuaca yang tidak mendukung sejak awal pekerjaan TMMD dimulai.

” Faktor cuaca tidak bisa diduga, kemudian medan yang ditempuh pun cukup sulit dan jauh, jalan menuju ke sana juga becek ketika hujan, hal inilah yang menghambat pekerjaan program fisik. Waktu TMMD inikan terbatas hanya 30 hari. Jadi kita hanya bisa selesaikan satu jembatan dari dua jembatan yang kita rencanakan. Penyebabnya karena kondisi alam yang tidak bisa disangka-sangka, tiba-tiba hujan berhari-hari, jelas itu sangat mengganggu,” jelasnya. –