GOWA, UJUNGJARI.COM — Wasev PJO TMMD ke 110 Mayjen TNI Surawahadi yang juga adalah Asops Kasad menilai pilihan Kodim 1409 Gowa terhadap Kampung Allu, sebagai lokasi pelaksanaan TMMD ke 110 di Kabupaten Gowa adalah tepat.
Hal itu diungkapkan Surawahadi saat meninjau kegiatan fisik pelaksanaan TMMD di Kampung Allu, Desa Tanakaraeng, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (10/3/2021) siang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dihadapan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, mantan Pangdam XIV Hasanuddin ini menjelaskan bahwa dirinya yakin pekerjaan program fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) bisa selesai akhir Maret ini sesuai target kegiatan dalam TMMD 110.
Surawahadi optimis kendati kondisi cuaca saat ini menjadi hambatan terbesar bagi personel satgas TMMD dalam mengerjakan jembatan yang sudah masuk tahap pengecoran pondasi.
” Saya memahami kondisi cuaca saat ini yang cukup tinggi intensitasnya. Pekerjaan bisa diundurkan namun kita tetap berharap keseluruhan infrastruktur fisik TMMD di Tanakaraeng ini bisa selesai tepat waktu di akhir Maret ini,” kilah Surawahadi yang mengaku tidak salah menunjuk Kabupaten Gowa dan beberapa kabupaten lainnya sebagai pelaksana TMMD ke 110 di Sulsel.
Alasan dia memilih Gowa adalah karena dukungan Pemerintah Kabupaten Gowa cukup besar. Apalagi dukungan pendanaan sharing pemerintah.
” Ternyata backup dana TMMD di Gowa cukup besar dibanding daerah pelaksana TMMD lainnya. Saya berterimakasih kepada Bupati Gowa yang mengucur dua miliar untuk TMMD ini. Dan saya salut dengan pemilihan lokasi program TMMD yang dilakukan pak Dandim. Dimana Kampung Allu Desa Tanakaraeng ini ternyata sangat tepat sebab betul-betul terisolir dari desa utama dan kampung ini bisa menghubungkan akses ke kabupaten tetangga,” ungkap Surawahadi.
Surawahadi juga berharap sinergitas TNI, Polri, pemerintah dan masyarakat dalam TMMD ini ditingkatkan sebab inti dalam kegiatan ini adalah kolaborasi dan kegotongroyongan serta partisipatif.
” Karena target kegiatan ini selama satu bulan maka kita berharap seluruhnya bisa tuntas tepat waktu, kendati ada dua hal yang menjadi hambatan luar biasa yakni cuaca dan pandemi covid 19.
Sementara itu Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan, TMMD ini adalah wujud semangat gotong royong bersama, dimana ada semangat bekerja untuk berkontribusi bersama.
” Atasnama pemerintah kabupaten tentunya saya sangat mendukung penuh TMMD ini apalagi ini sangat membantu pemerintah khususnya perencanaan kami dalam menyiapkan kawasan relokasi untuk warga yang nantinya terkena dampak pembangunan bendungan jenelata dan kebetulan sebagian permukiman warga di Desa Tanakaraeng bakal ditenggelamkan untuk jadi area bendungan dan di Kampung Allu inilah menjadi perencanaan kami untuk relokasi warga nantinya,” ucap Adnan.
Dikatakan Adnan dengan TMMD ini diharapkan muaranya akan lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Manuju khususnya di Tanakaraeng.
Dandim 1409 Gowa Letkol Arh Muh Suaib menyampaikan progres pelaksanaan TMMD yang memasuki hari keenam itu khusus untuk pekerjaan jalan sepanjang 1.000 meter atau 1 kilometer sudah 44 persen, sedang jembatan baru 41 persen untuk satu unit dari dua unita yang dibangun.
Dikatakan Suaib, progres pembangunan jembatan yang masih dibawah 50 persen ini disebabkan kondisi cuaca hujan yang terus menerus sehingga menyulitkan para personel melanjutkan pengecoran pondasi.
” Volume air sungai cukup deras, hujan pun demikian sehingga pekerjaan pengecoran pondasi jembatan sangat tidak memungkinkan untuk saat ini. Kita tunggu kondisi cuaca normal baru melanjutkan kembali pengecoran,” papar Dandim 1409 Gowa.
Khusus perintisan jalan tambah dandim kini masih taraf perampungan pembukaan jalan. Setelah perataan baru dilakukan pengerasan.
” Nilai manfaat dari TMMD ini adalah untuk terbukanya akses jalan Gowa dengan Kabupaten Takalar. Alhamdulillah backup pembiayaan dalam program ini telah berjalan khususnya anggaran dari komandan atas berupa dana logistik makan minum personel TMMD di lapangan sebesar Rp 483.500.000 dan backup pembiayaan fisik dari pemerintah kabupaten sebesar 1,95 miliar namun Pak Bupati Gowa mencukupkan menjadi 2 miliar rupiah. Alhamdulillah semoga TMMD ini selesai tepat waktu dan bermanfaat bagi masyarakat Tanakaraeng khususnya masyarakat Kampung Allu dalam mengakomodir hasil pertanian mereka dengan menikmati sarana jalan dan jembatan yang baik, selain dari pembangunan fisik lainnya yakni dua unit MCK dan lima unit duiker,” papar dandim.
Sementara itu Kapolres Gowa AKBP Budi Susanto menyatakan pihaknya berharap dengan dilakukannnya program TMMD di Kecamatan Manuju ini dapat membantu masyarakat dalam membangun desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menumbuhkan cinta tanah air.
Mayjen TNI Surawahadi selain mengunjungi posko induk TMMD ke 110 di aula kantor Desa Tanakaraeng, juga meninjau langsung kondisi pekerjaan jembatan di tengah derai hujan.
Menuju lokasi pekerjaan jembatan, rombongan Wasev Staf PJO TMMD ke 110 TA 2021 ini melintasi medan terjal dengan kondisi jalan yang cukup ekstrem dengan jarak tempuh dari ibukota Desa Tanakaraeng kurang lebih 3 kilometer dengan lebar jalan 3 meter.
Sesampai di Kampung Allu, Mayjen TNI Surawahadi melanjutkan berjalan kaki sejarak kurang lebih 100 meter bersama Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, Wabup Gowa Abd Rauf Malaganni, Kapok Sahli Pangdam XIV Hasanuddin Brigjen TNI Andi Kaharuddin, Kasrem 141 Toddopuli Kolonel Inf Heri Purwanto, Pabandya As Ops Kasad Letkol Czi Adang Purnama dan Dandim 1409 Gowa Letkol Arh Muh Suaib, Kapolres Gowa AKBP Budi Susanto, dan jajaran Forkopimda Gowa lainnya serta pimpinan SKPD terkait lingkup Pemkab Gowa.
Hingga Wasev Staf PJO ini usai meninjau lokasi TMMD di Kampung Allu, pukul 14.00 Wita, hujan terus menerus mengguyur.-