GOWA, UJUNGJARI.COM — Penularan virus corona disease 2019 (covid19) hingga kini melambung signifikan. Hal itu terlihat dengan meningkatnya masyarakat terpapar setiap hari di akhir 2020 dan memasuki awal 2021 ini.
Di Kabupaten Gowa saja, peningkatan orang terkonfirmasi atau terpapar cukup melonjak. Per Rabu (13/1/2021) malam kemarin tercatat terkonfirmasi 700 orang (658 orang dan 42 isolasi mandiri), sembuh 1.708 orang dan meninggal dunia 57 orang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kadis Kesehatan Gowa dr Hasanuddin kepada media di ruang kerjanya, Kamis (14/1/2021) siang mengatakan tingginya angka terpapar ini di Gowa meningkat setiap hari. Dia juga tak menyangkali jika dari ratusan yang terpapar itu ada juga para tenaga kesehatan yang selama ini menjadi garda terdepan penanganan covid19.
” Secara umum di Indonesia sudah sekitar 40 dokter yang terpapar bahkan meninggal dunia. Di Sulsel bahkan di Gowa juga banyak nakes kita terpapar. Karena itu kami imbau kepada masyarakat jangan lengah. Disiplinlah jalankan protokol kesehatan. Masker harus selalu dipakai, jaga jarak harus dilakukan dan rutinlah mencuci tangan dimana saja kapan saja atau pakai hand sanitizer. Jangan kan orang luar, dalam keluarga kita sendiri bisa terpapar dan tidak ditau dari mana virus itu datang, apakah dari anak, dari kita suami atau istri atau dari sepupu yang kebetulan berkunjung. Atau kita dapat saat berbelanja atau di tempat umum lainnya,” kata dr Hasanuddin.
Makanya dr Hasanuddin yang juga sebagai Pj Direktur RSUD Syekh Yusuf ini mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada. Diakuinya, saat ini tidak tertutup kemungkinan kluster keluarga sudah ada. Itu sudah terlihat tambah dia dengan adanya sejumlah warga Gowa yang terpapar sekeluarga dan kini menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi di hotel.
Terpisah, Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Gowa dr Gaffar yang juga jubir Satuan Gugus Covid19 Gowa kepada BKM mengatakan, hingga saat pandemi belum hilang bahkan terus meningkat.
Karena itu upaya pemberian vaksin covid19 yang dilakukan pemerintah saat ini menurut dr Gaffar sangat penting dijalani masyarakat sebagai bentuk pencegahan agar tidak mudah terpapar.
Terkait pelaksanaan vaksin yang akan dilakukan untuk para nakes pada Jumat (15/1/2021), saat ini Dinkes Gowa mulai mendistribusikan vaksin jenis Sinovac ke 26 Puskesmas dan RSUD Syekh Yusuf.
Pendistribusian pertama ke kecamatan adalah ke Kecamatan Bajeng dengan jumlah vaksin sebanyak 160 vial. Ratusan vial vaksin ini dijemput langsung Kepala Puskesmas Bajeng dr Wahyudi dan dikawal ketat petugas pengamanan dari Polsek Bajeng, Kamis (14/1/2021) siang ini. Sementara puskesmas lainnya juga sementara melakukan koordinasi penjemputan.
” Yah hari ini pendistribusian vaksin mulai kita lakukan ke kecamatan. Bajeng yang pertama datang menjemput sebanyak 160 vial,” jelas dr Gaffar.
Ditanya terkait pelaksanaan vaksinasi perdana yang digelar di RSUD Syekh Yusuf, Kamis (14/1/2021) pagi, dr Gaffar mengatakan jumlah pendaftar (peserta vaksin) sebanyak 54 orang dan jumlah vaksin yang digunakan sebanyak 40 vial.
Dari 54 pendaftar vaksinasi tersebut, beberapa orang diantaranya tidak divaksin lantaran ada tiga hal yang dijalani calon penerima vaksin yakni sementara menunggu hasil swab, hasil swab antigen reaktif dan ada HT.-