GOWA, UJUNGJARI.COM — Musim hujan saat ini bukan hanya potensi membawa volume air yang tinggi pada sungai dan kantong-kantong air lainnya tapi juga potensi meluruhkan tanah dari tebing atas ke bawah (longsor) yang bisa menimbun apa saja di sekitarnya baik rumah maupun jalanan.

Pada Jumat (1/1/2021) lalu terjadi lagi longsor dinding tebing jalan tepatnya di poros Tombongi-Malino, Dusun Tombongi, Desa Lonjoboko, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulsel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Longsor yang terjadi tidak parah, hanya beberapa meter dan ketinggian material longsornya tidak seberapa. Namun kondisi ini tetap dinilai sangat berbahaya bagi para pengguna jalan yang sedang melintas.

” Kejadian longsor terjadi Jumat pagi lalu. Longsorannya kecil tapi tetap berbahaya. Karena itu kami tetap mengimbau masyarakat sekitar maupun pengguna jalan agar tetap waspada terhadap kondisi cuaca saat ini baik yang mau ke Malino maupun yang balik dari Malino,” kata Kapolsek Parangloe Iptu Kasmawati saat dihubungi, Sabtu (2/1/2021) kemarin.

Saat kejadian longsor, kata kapolsek, jalur jalan dari Tombongi menuju Malino Kecamatan Tinggimoncong sempat tertutup setengah akibat material tanah yang mengucur ke bawah dari atas tebing.

Setelah mendapat informasi longsor, jajaran Polsek  Parangloe bersama TNI dari Koramil Parangloe serta satgas  Manggala Agni Daops Gowa dan warga  setempat langsung melakukan kerja bakti membersihkan material longsor yang menutupi bahu jalan di Kampung Tombongi Desa Lonjoboko tersebut.

Kapolsek Parangloe Iptu Kasmawati mengatakan, longsor di kampung Tombongi terjadi pagi sekitar pukul 08.00 Wita dan material longsor menutup sebagian badan jalan poros Malino yang menghubungkan Kecamatan Parangloe dengan Tinggimoncong. Dan saat ini, Minggu (3/1/2021) poros jalan Tombongi-Malino sudah bisa dilalui dengan baik.-