GOWA, UJUNGJARI.COM — Sedikitnya 167 kader PPLKB dari 167 desa/kelurahan mengikuti temu kader PPKBD di Bajeng, Kabupaten Gowa, Selasa (29/12/2020) siang.

Pertemuan yang digelar di aula permandian Sileo Jenetallasa Kecamatan Bajeng ini dibuka Kadis Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Gowa Sofyan Daud didampingi Kabid Penyuluhan dan Penggerakan Dinas PPKB Gowa Murniati dan menghadirkan sejumlah narasumber dari lingkup Dinas PPKB Gowa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kesempatan tersebut, Sofyan mengatakan pertemuan ini adalah monitoring dan evaluasi pelaksanaan program ‘Bangga Kencana di Desa’ sebagai upaya peningkatan kualitas kinerja kader IMP.

Sofyan mengajak para kader untuk meningkatkan kinerja melakukan penyuluhan ke para ibu serta para pria agar program Bangga Kencana ini bisa berjalan sukses.

” Saya berharap agar para kader tetap melaksanakan sosialisasi program-program KB sekaligus patuh prokes 3M apalagi kader KB yang masuk satgas perilaku kebiasaan baru covid-19. Karena itu para PPLKB diimbau taat prokes selama menyuluh di lapangan agar terhindar dari covid-19,” kata Sofyan.

Sofyan menyerukan kepada para kader untuk aktif mendata ibu hamil di wilayahnya termasuk menyuluh kepada para pria selaku kepala keluarga untuk menjadi peserta KB aktif.

” Untuk pria ada dua jenis KB yang bisa dilakukan yakni menggunakan kondom dan vasektomi. Apalagi tahun depan peserta KB vasektomi dan akan dibayar atau dibiayai oleh pemerintah melalui DAK (dana alokasi khusus). Kenapa peserta vasektomi kita biayai? Karena tiga hari pasca dioperasi vasektomi itu, kita anggap para pria ini akan menjalani perawatan sehingga pastilah mereka tidak bisa bekerja. Disinilah pentingnya peserta vasektomi itu kita biayai,” kata Sofyan.

Mulai tahun depan, tambah Sofyan, kader KB di Gowa diharap mampu mencapai target KB kalangan ibu termasuk target pada peserta vasektomi maupun kondom. Diakuinya, selama ini para kader hanya fokus pada peserta implant padahal peserta KB lakilaki juga sangat penting.

” Inti dari program kita itu adalah menghindari orang hamil dengan menggencarkan penyuluhan program KB di masyarakat. Para kader harus bisa memberikan konseling atau penyuluhan kepada masyarakat tentang kelebihan dan kekurangan semua alat kontrasepsi KB. Tahun depan, peserta KB pria target kita di RPMJD itu 5 persen. Ini angka sangat luar biasa tinggi. Tingkat kesulitan penyuluhan sangat tinggi karena dalam keluarga itu rata-rata prianya masih enggan ber-KB. Inilah tantangan yang harus dihadapi semua kader. Namun tantangan itu akan mudah terlewati jika para kader mengutamakan pola komunikasi yang baik kepada akseptornya. Jadi kader PPLKB harus punya trik berkomunikasi yang baik sehingga calon akseptor mau ber-KB,” tambah Sofyan.

Dikatakannya, di Gowa program KB itu sudah mencapai 69 persen progresnya. ” Itu artinya sudah bagus sekali. Untuk menaikkan itu (persentase) rasanya sudah sangat sulit sebab ada juga pasangan usia subur yang ingin segera punya anak, ada juga yang hamil, ada juga yang tidak ada ingin anak lagi, ada juga yang ingin anak lagi tapi tidak hamil-hamil, ada juga yang pakai alat kontrasepsi tradisional. macam-macam,” ungkapnya.

Ditanya soal angka tertinggi pemasangan KB baru kurun 2020 berjalan ini, Sofyan menyebutkan Kecamatan Biringbulu. Raihan diatas 60 persen itu dinilainya sebagai capaian yang luar biasa dari kegiatan kader KB Biringbulu.

” Sebenarnya jika berpatokan data yang ada maka mereka (kader) tidak akan terkendala sebab sudah tau mana yang harus didatangi karena sudah ada datanya. Olehnya itu, saya mengajak seluruh kader PPKBD untuk berpacu menggencarkan konseling dan penyuluhan agar seluruh program KB di Gowa dapat berjalan sesuai harapan dalam upaya kita menciptakan keluarga sehat dan sejahtera,” jelas Sofyan didampingi Murniati yang juga sebagai ketua panitia pelaksana.-