GOWA, UJUNGJARI.COM — Padat Karya Tunai atau PKT, saat ini tengah dilakukan masyarakat Kecamatan Pallangga khususnya di kawasan Kelurahan Parangbanoa.

Parangbanoa sendiri kini masuk dalam program kawasan penuntasan kota kumuh di Kabupaten Gowa. Dan Parangbanoa pun diberdayakan melalui program Padat Karya Tunai (PKT) yang merupakan gelontoran program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di wilayah Kabupaten Gowa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pjs Bupati Gowa Andi Aslam Patonangi pun meminta masyarakat Parangbanoa agar merawat dan memelihara program PKT ini agar terus  berjalan, tidak berhenti.

Hal itu ditegaskan Aslam saat menghadiri penyerahan asset dan meresmikan PKT Kotaku 2020 di Kelurahan Parangbanoa ini, Rabu (18/11/2020) siang.

Dalam kesempatan itu, Aslam mengatakan program ini merupakan bagian dari percepatan pembangunan yang bertujuan menuntaskan kawasan kumuh dan membuka lapangan pekerjaan di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi akibat pandemi covid-19.

” Ini adalah program pusat yang kemudian dilakukan oleh Kotaku dan pemerintah kabupaten. Dimana program ini dilakukan untuk menihilkan kekumuhan di Indonesia termasuk di Gowa. Alhamdulillah program ini sangat luar biasa karena mulai dari perencanaan, pengerjaan hingga penggunaan dilakukan oleh masyarakat setempat,” kata Aslam.

Aslam mengungkapkan program ini juga sangat bermanfaat bagi masyarakatnya karena di tengah pandemi covid-19 ini bukan hanya berdampak pada kesehatan saja tapi juga pada perekonomian. 

” Program ini membantu masyarakat yang terdampak covid karena pengerjaannya dilakukan oleh masyarakat setempat sehingga dengan adanya padat karya tunai tersebut setidaknya memberikan pendapatan dan bisa dinikmati juga oleh masyarakat itu sendiri,” tambahnya.

Jenis kegiatan yang dilakukan pada program PKT ini yakni pembuatan drainase sepanjang 1.141 meter, jalan paving 491 meter dan plat duiker 12,5 meter.

Ia pun berharap dengan selesainya program PKT ini masyarakat bisa memelihara dan menjaga dengan baik agar bisa bertahan lama.

Tim Leader Kotaku Sulsel OSP 9 Kalla Manta mengatakan proses pengerjaan PKT ini memakan waktu selama lima bulan dan melibatkan sekitar 50 orang masyarakat setempat.

” Program ini kolaborasi semua pihak yakni dari pusat, provinsi hingga kabupaten ditambah aspirasi dari anggota DPR RI Komisi V sehingga Gowa salah satu yang mendapatkan Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) ini, sedangkan yang mengerjakan ini adalah masyarakat itu sendiri sehingga banyak hal positif yang didapatkan seperti memperbaiki perekonomian di tengah pandemi,” kata Kalla Manta.

Sementara itu, Koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Baji Minasa Kelurahan Parangbanoa Azis Mannu mengatakan dana bantuan ini bersumber dari BPM pusat yang kemudian dikelola dan diserahkan melalui SK kepada BKM Baji Minasa sebesar Rp 1 miliar untuk melaksanakan program PKT tersebut.

” Pengerjaan kurang lebih lima bulan dan hari ini dilakukan peresmian sekaligus penyerahan asset dari BKM ke penjabat pembuat komiten Kotaku Sulsel kemudian dari situ diserahkan lagi ke pemerintah kelurahan didampingi kelompok penerima manfaat dan pemelihara yang akan melanjutkan memelihara kegiatan ini,” kata Azis.

Peresmian ini turut dihadiri Kepala Dinas Perumahan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Gowa Abdullah Sirajuddin, Koordinator Kotaku Wilayah 4 Nurliah Ruma dan beberapa rombongan dari Kotaku Sulsel. 

Kegiatan peresmian PKT ini dikemas apik dengan menampilkan pameran produk-produk yang dikembangkan oleh KPP Abbulosibatang yang tujuannya adalah untuk menggerakkan ekonomi rumahtangga.-