GOWA, UJUNGJARI.COM — Sebentar lagi para petani akan mendapatkan akses mudah memperoleh pupuk bersubsidi. Tahun depan (2021) program Kementrian Pertanian (Kementan) ini berlaku. Untuk bisa mendapatkan akses ini tentu hanya petani yang terdaftar dalam e-RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok-elektronik) yang bisa.

Saat ini pemerintah tengah mendata petani tulen. Khusus di Kabupaten Gowa sebanyak 92 ribu orang petani yang tersebar di 18 kecamatan akan difasilitasi kartu tani ini. Mereka  merupakan petani yang telah terdaftar dalam e-RDKK. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

” Secara keseluruhan kartu tani untuk Kabupaten Gowa yang telah tercetak sebanyak 92.000 keping berdasarkan NIK (nomor induk kependudukan), namun untuk sementara baru 23.000 yang ada di Gowa. Selebihnya kita tinggal menunggu kiriman dari pusat,” kata Kepala Seksi Perlindungan Tanaman Pupuk dan Pestisida Ichsan, usai sosialisasi penggunaan pupuk bersubsidi di Kecamatan Tombolopao dan Tinggimoncong, Sabtu (14/11/2020) kemarin.

Dijelaskan Ichsan, kartu tani pupuk bersubsidi yang akan didapatkan oleh petani pemanfaatannya diperuntukkan di tahun 2021 mendatang. Tahun ini difokuskan untuk pendataan dan pendistribusiannya.

“Jadi kartu tani ini mulai berlaku tahun depan, dimana setiap petani yang mendapatkan kartu akan mendapatkan kuota berdasarkan jatah yang telah ditetapkan. Kemudian petani yang akan membeli pupuk subsidi tinggal membawa kartu tani datang ke agen atau pengecer yang telah ditunjuk,” kata Ichsan.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa Sugeng Priyanto mengatakan, untuk mendapatkan pupuk bersubsidi pada tahun ini, petani harus terdaftar dalam data sistem e-RDKK. Mereka nantinya akan terdaftar sebagai penerima pupuk subsidi melalui kartu tani yang diterapkan Kementerian Pertanian (Kementan).

” Pupuk bersubsidi ini hanya diperuntukkan bagi petani yang masuk dalam kelompok tani dan telah diakses melalui RDKK. Dimana petani yang bisa diakses dalam RDKK adalah petani yang betul-betul berprofesi sebagai petani yang memiliki lahan tidak lebih dari dua hektar,” papar Sugeng.

Sementara itu, saat membuka kegiatan sosialisasi ini Pj Sekretaris Kabupaten Gowa Kamsinah mengatakan sangat setuju dengan sistem ini. Menurutnya sistem e-RDKK dirasa tepat untuk mengevaluasi distribusi pupuk bersubsidi yang didistribusikan kepada petani.

” Sistem ini sangat baik karena memang betul-betul hanya petani tulen yang bisa mendapatkan pupuk bersubsidi ini. Sekaligus sistem ini dapat meminimalisir penyelewengan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab,” kilah Kamsinah.

Birokrat perempuan yang dikenal tegas ini juga mengatakan, kelangkaan pupuk yang terjadi saat ini sebenarnya bukan karena kekurangan pupuk tapi hanya teknik pemakaian pupuk yang kurang tepat atau tidak sesuai dengan aturan. 

” Petani kita itu masih menggunakan teknik pemakaian pupuk cara lama, kalau dulu pemakaian pupuk untuk satu hektar lahan menggunakan pupuk sebanyak 8 zak. Sekarang untuk lahan satu hektar cukup 6 zak saja sehingga para petani kita merasa kurang karena pemakaiannya tidak sesuai dengan aturan,” tandas Kamsinah lagi.-