BARRU, UJUNGJARI.COM — PT Indonesia Power menginisiasi kunjungan Plt Bupati Barru Nasruddin, AM bersama Ketua DPRD Barru, Lukman, T dan sejumlah pejabat Pemkab untuk belajar pengolahan sampah organik di Pemkab Klungkung, Provinsi Bali, Jumat ( 5/11).
Pengolahan sampah yang dilakukan Kabupaten Klungkung Bali berhasil masuk dalam TOP 99 dan TOP 40 inovasi pelayanan publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Tahun 2018.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Program inovasi Pemkab Klungkung di bidang penanganan sampah terintegrasi ini, menarik perhatian banyak pihak, termasuk Pemda Barru.
Kedatangan Plt. Bupati Kabupaten Barru, Nasruddin Abdul Muttalib bersama Ketua DPRD Barru Lukman T, dan disambut Sekrataris Daerah Kabupaten Klungkung I Gede Putu Winastra didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung Anak Agung Ngurah Kirana bertempat di TOSS Center Karangdadi, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung.
Plt. Bupati Kabupaten Barru, Nasruddin Abdul Muttalib menjelaskan wilayahnya yang subur, menjadikan Kabupaten Barru memiliki potensi serta kekayaan alam yang melimpah, diantaranya adalah sektor Industri, pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, kerajinan yang banyak mengahsilkan sampah organik yang ingin diolah menjadi sumber energi bio massa.
Dirinya mengaku sangat tertarik dengan program Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) dan ingin dikembangan di Kabupaten Barru. Apalagi Perusahaan Indonesia Power yang mengelola PLTU Bawasaloe yang menginisiasi kunjungan ini sedang merencanakan penggunaan sampah, limbah, maupun sisa pertanian untuk dikelola menjadi energi terbarukan.
“Kunjungan kali ini saya bersama OPD terkait ingin melihat secara proses pengolahan sampah menjadi pellet dan briket sebagai sumber energi bio massa dan energy terbarukan,” ujar Nasruddin.
Hasil pembelajaran hari ini, kata Nasruddin, akan kembangkan dan dikolaborasikan di Kabupaten Barru. Nasruddin AM yang didampingi Sekab Barru Abustan dan beberapa pejabat seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pertanian.
Bupati Klungkung dalam.sambutannya yang dibacakan Sekab Winastra mengatakan ini merupakan bentuk komitmennya dalam menjaga pelestarian lingkungan.
Salah satu produk unggulan dari TOSS adalah produksi sampah menjadi pellet dan briket sebagai sumber energy terbarukan yang dibuat dari fermentasi cacahan sampah organik dan anorganik.
Pemkab Klungkung bekerja sama dengan Indonesia Power dan STT PLN untuk program waste to energy yaitu briket sebagai sumber energi bio massa karena sampah organik paling dominan tiap hari.
Program ini berhasil masuk dalam TOP 99 dan TOP 40 inovasi pelayanan publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) tahun 2018.
“Mudah-mudahan kedepan mampu menjadi tempat percontohan pengolahan sampah dan bisa di ATM Oleh Kabupaten lainnya,” ujar Sekda Winastra. (udi)