LUWU UTARA,UJUNGJARI.COM–Balai Diklat Keagamaan (BDK) Makassar menyelenggarakan diklat di wilayah kerja untuk penyuluh agama dan kepala madrasah se-Kabupaten Luwu Utara di Masamba, Sabtu (17/10). Diklat diikuti 90 orang peserta. 30 penyuluh dari seluruh agama Non-PNS dan 60 kepala madrasah. Diklat dibuka langsung Penjabat Bupati Luwu Utara, HM Iqbal Suhaeb.
Dalam sambutannya Iqbal mengapresiasi Balai Diklat Keagamaan Makassar yang menyelenggarakan diklat ini. Ia berharap para penyuluh agama dan kepala madrasah bisa mengembangkan kompetensinya setelah mengikuti pendidikan dan latihan yang akan berlangsung beberapa hari itu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu Kepala Balai Diklat Keagamaan Makassar, Dra Juhrah, M.AP mengatakan pendidikan dan pelatihan teknis substantif bagi kepala madrasah merupakan bagian dari upaya penguatan Kompetensi Kepala Madrasah untuk meningkatkan kompetensi serta dapat mengembangkan sikap mental yang baik dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai Kepala Madrasah.
Sedangkan bagi penyuluh agama Non-PNS dimaksudkan agar memiliki pengetahuan keterampilan, kecakapan, kepribadian dan sikap mental yang mampu memberi kontribusi untuk mendukung prioritas revolusi mental dalam upaya meningkatkan daya rekat sosial dan membina kemajemukan serta dapat menjadi teladan bagi masyarakat sekitarnya.
“Diklat di wilayah kerja ini merupakan salah satu model diklat yang dilakukan Balai Diklat Keagamaan. Selama pandemi ini diklat juga sering dilakukan secara virtual melalui aplikasi-aplikasi digital yang tersedia,” kata Juhrah.
Pembukaan diklat juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Balai Diklat Keagamaan Makassar dengan Musyawarah Kerja Kepala Madrasah (MKKM) Luwu Utara. Kedua pihak bersepakat melakukan kerja sama pengembangan kompetensi kepala madrasah. (*)