PAREPARE, UJUNGJARI.COM — Pelantikan dan Seminar Nasional yang mengangkat tema “Peluang Pendidikan Abad ke 21 di Era Digital Untuk Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045” digelar di Auditorium BJ Habibie, Rumah Jabatan Walikota Parepare, Sabtu (15/02/2020), oleh Dewan Pengurus Daerah Pengurus Guru Madrasah Indonesia (DPD PGMI) Kota Parepare, yang juga sekaligus pelantikan pengurus DPD PGMI Kota Parepare.

Ketua DPD PGMI Kota Parepare, Hardawiyah, mengatakan, pelaksanaan pelantikan dan juga seminar nasional Pengurus PGMI Kota Parepare, menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami, karena dilaksanakan di tempat yang sangat istimewa ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini kebanggaan kita bersama karena diadakan ditempat yang spesial, dan itu menandakan bagaimana perhatian Pemkot Parepare, terhadap kemajuan keagamaan di Kota Parepare ini dan juga kemajuan pendidikan,”katanya.

Pada momentum kali ini, kita juga melakukan Seminar Nasional yang menghadirkan tiga pemateri yakni Ketua DPW Provinsi Sulsel, Kaswad Sartono, Rektor UIN Alauddin Makassar (UINAM), dan satu-satunya perempuan yakni Erna Rasyid Taufan.

“Bukan tanpa alasan kita tetapkan Ibu Ketua TP PKK Kota Parepare Hj.Erna Rasyid Taufan sebagai pemateri, karena tidak sedikit peran beliau dalam mengembangkan keagamaan dan juga pendidikan di Kota Parepare ini, bahkan tidak sedikit peran beliau dalam menunjang kerja-kerja keagamaan,” urainya.

Ketua DPW PGMI Sulsel, Kaswad Sartono, mengungkapkan, jika pada momen kali ini juga sebuah kebangaan karena hadirnya sosok Walikota Parepare yang peduli akan pendidikan dan keagamaan dan peran besar ada di pesantren dan juga Madrasah.

“Untuk mewujudkan penyelarasan antara keagamaan dan pendidikan besar peran Pesantren dan Madrasah,”ungkap dia.

Diapun menuturkan, selama ini saya dengar di Kota Parepare memiliki program peduli pesantren sebagai kota santri.

“Apalagi peluang kita ini di PGMI sangat besar karena Walikota Parepare peduli akan hadir dan berkembangnya pesantren, bahkan setiap sekolah umum yang hendak selesai harus melalui proses pendidikan pesantren, ini sesuatu hal yang sangat baik,”pungkas dia. (Mup)