GOWA, UJUNGJARI.COM — Aswita Maharani patut berbangga. Siswi utusan SMKN 1 Gowa ini dinobatkan sebagai juara I lomba baca puisi antarsiswa SMK se-Kabupaten Gowa. Di urutan kedua dan ketiga ditempati Dzul Mulki utusan SMKN 4 Gowa, serta Mutmainnah dari SMK YPKK Limbung.
Untuk lomba pidato, juara I diraih Feri Fahruddin, siswa SMK YPKK Limbung. Juara II Dian Hariesti, juga dari SMK YPKK Limbung. Juara III Reza Ramly, utusan SMKN 1 Gowa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lomba baca puisi dan lomba pidato ini digelar Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMK Kabupaten Gowa. Kegiatan yang berlangsung sehari, Rabu (30/10) ini, dikemas dalam Semarak Bulan Bahasa dan Sastra 2019.
“Kami mencoba mengejewantahkan ide dan gagasan dalam bentuk lomba sebagai wujud silaturahmi siswa SMK yang ada di Kabupaten Gowa,” ungkap Roni, koordinator kegiatan, kemarin.
Kegiatan yang dilangsungkan di SMKN 2 Gowa ini diikuti 30-an siswa utusan dari sembilan SMK yang ada di Gowa. “Ini adalah langkah awal. Insyaallah kami berusaha melaksanakannya secara rutin. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu mewujudkan kegiatan ini,” ujar Budima, Ketua MGMP Bahasa Indonesia SMK Kabupaten Gowa.
H IdrisĀ selaku Pengawas Bina SMK Provinsi Sulsel, memberi apresiasi positif. ”Kita patut bersyukur, ada MGMP yang mau melaksanakan kegiatan ini. Hal ini patut diberi penghargaan, dan sebaiknya dilaksanakan secara rutin,” katanya saat memberi sambutan pada acara pembukaan.
“Saya sangat bangga karena juri yang hadir hari ini benar-benar profesional dari kalangan kampus, alumni UNM. Saya juga dulu dari IKIP,” lanjut Hasbi sebelum memukul gendang Makassar sebagai tanda dimulainya lomba.
Kegiatan dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama lomba baca puisi yang diikuti oleh 15 peserta. Dilanjutkan sesi kedua untuk lomba pidato. Pesertanya 13 orang.
“Secara teknis peserta sudah memiliki kemampuan. Hanya memang masih butuh belajar dan berlatih,” ujar Rosita, salah satu juri sebelum mengumumkan hasil lomba.
Hal senada disampaikan Asis Nojeng, saat menjelaskan penilaian lomba pidato. “Biasanya saat menjadi juri lomba pidato, saya menemukan hampir semua peserta justru berceramah. Tetapi hari ini lain,” terangnya.
Untuk para juara dalam lomba ini, masing-masing mendapatkan hadiah uang pembinaan dan sertifikat, serta kenang-kenangan dari Pegadaian sebagai sponsor.
Pada kesempatan ini juga, pihak Pegadaian memberikan kesempatan membuka rekening tabungan emas dengan cuma-cuma untuk seluruh peserta guru pendamping. (rls)