Site icon Ujung Jari

Dosen Ini Berpengalaman Jadi Wartawan

 

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Dosen dengan latar belakang profesi wartawan cukup banyak ditemui saat ini. Dunia kampus dijadikannya sebagai ajang untuk membagikan ilmu serta pengalaman yang didapatkannya selama ini.

Seperti yang dilakoni Dr Muhammad Yahya. Dosen tetap yayasan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar ini menggeluti profesi wartawan sebelum terjun menjadi tenaga pengajar.

Yahya –sapaan akrabnya– adalah wartawan politik di Harian Pedoman Rakayat Makassar medio 1993-2007, atau selama kurang lebih 14 tahun. Memutuskan menjadi dosen di Universitas Sawerigading (Unsa) tahun 2007, ketika koran Harian Pedoman Rakyat tutup di tahun yang sama. Namun, sejak 20 Mei 2019 ia pindah kampus mengajar menjadi dosen tetap yayasan di Fisip Unismuh Makassar.

Pria berkacamata ini lahir di Kahu, Bone bagian Selatan, 5 Oktober 1965. Orang tuanya H Mustafa Akhmad (almarhum) dan ibu Hj Nurhaedah. Tamat SD Negeri 3 Cakkempong Sinjai tahun 1977, SMP Negeri 1 Sinjai tahun 1981, dan SMAN 277 Sinjai tahun 1984.

Dari istrinya Wasniati Saeni, Yahya dikaruniai dua buah hati. Masing-masing Fachrul Islami Yahya dan Widya Nurul Mutmainnah Yahya.

Yahya pernah menjadi santri pada Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Istiqamah Bongki, Sinjai di tahun 1979-1984. Alumni Ilmu Politik Fisip Unhas tahun 1989. Magister Komunikasi Massa PPs-Unhas tahun 2004. Doktor Sosiologi Politik di PPs-UNM tahun 2016.

Dia menulis penelitian disertasi dengan judul; Involusi Politik (Studi Partai Persatuan Pembangunan pada Pemilu Legislatif Era Reformasi di Provinsi Sulawesi Selatan).

Yahya juga aktif berorganisasi. Ketika kuliah, ia masuk menjadi pengurus Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (Himapol) Fisip Unhas tahun 1984-1985. Pengurus BPM Fisip Unhas 1985-1986. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fisip Unhas 1986. BKPRMI Sulsel. Tapak Suci Pemuda Muhammadiyah.

Juga Pemuda Muhammadiyah Wilayah Sulsel 2002-2006. Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Wilayah Sulsel 2010-2015. Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Daerah Muhammadiyah Makassar 2015-2020.

Humas Wilayah Persatuan Umat Islam (PUI) Sulsel 2006-2011. Himpunan Masyarakat Sinjai (Himas). Kerukunan Keluarga Bone (KKB). Pengurus HIPIIS Sulsel 2014-2017. Pengurus APTISI Wilayah IX-A Sulawesi. Wakil Sekretaris Dewan Pakar ICMI Sulsel. Pengurus IKA Fisip Unhas. Pengurus Pusat IKA UNM/IKIP Makassar.

Di dunia kampus, Yahya adalah wakil dekan Fisip Unsa Makassar tahun 2012-2016. Selanjutnya diangkat menjadi dekan tahun 2016-2019. Selama di posisi itu, bersama tim kerja di kampus tersebut, mampu mempertahankan nilai akreditasi B prodi S1 Sosiologi dan meraih nilai B Prodi S1 Ilmu Administrasi Negara setelah selama 17 tahun dengan nilai C.

Yahya juga tercatat sebagai dosen luar biasa di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, UMI Makassar, serta PPs-STIK Tamalatea Makassar. Termasuk dosen pembimbing dan penguji di PPs-UNM.

Di sela rutinitasnya sebagai tenaga pengajar, Yahya juga disibukkan dengan aktivitas sebagai pembantu Humas Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) IX Sulawesi. Penyunting Pelaksana Jurnal Sosiologi Dialektika Kontemporer PPs-UNM. Ketua Dewan Redaksi Jurnal Hipotesis Unsa Makassar. Editor Jurnal Ilmu Komunikasi Stimuli Prodi Komunikasi UMI Makassar. Managing Editor Jurnal Sosio Sains LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi.

Ia juga tercatat sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Cerdas yang diterbitkan LLDikti IX Sulawesi. Pemimpin Redaksi Warta Sawerigading Makassar. Konsultan Redaksi Tabloid Mega Rezky Makassar, Majalah Pendidikan STIKES IST Buton, serta Tabloid Dinamika yang diterbitkan Bappeda Kolaka Utara.

Selain itu, Yahya juga editor pada penerbit buku Pustaka Refleksi Makassar (2002-2006). Direktur Penerbit Buku Fahmis Pustaka Makassar (2006-sekarang).

Sejumlah buku telah ditulisnya. Di antaranya, Sinjai 10 Tahun dalam Memori (2002). Jejak Pemekaran Kabupaten Kolaka Utara (2008). Natsir Said Pejuang Berjiwa Pendidik (2005).

Editor beberapa buku, seperti Siri dan Pesse Harga Diri Orang Bugis, Makassar, Mandar dan Toraja (2002). Andi Selle Konflik Jenderal Jusuf (2004). Perkawinan Orang Selayar (2010); Sosiologi Arsitektural (2013). Penetrasi Kapitalisme Memarginalkan Komunitas Lokal (2014). Universitas Sawerigading di Pusaran Waktu (2014), serta Sosiologi Spasial Perkotaan (2015). (rls)

Exit mobile version