MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Carut marut kasus KSU Bina Duta seakan tak berujung. Belum lagi soal kepengurusan KSU Bina Duta yang bergulir di PN Makassar. Kini dana ratusan miliar KSU Bina Duta kembali dipertanyakan.
Dana ratusan miliar KSU Bina Duta tersebut, merupakan hasil penjualan dan penyewaan lods pasar Butung diduga “Raib” dan tidak jelas mengalir kemana?.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Celebes Law And Transparency (CLAT) Irvan Sabang mengungkapkan, bahwa uang ratusan miliar hasil penjualan dan sewa lods pasar Butung yang dikelola KSU Bina Duta patut dipertanyakan. Sebab tidak jelas dimana dan kemana dana tersebut mengalir.
“Koperasi Bina Duta harus bertanggungjawab terhadap raibnya dana ratusan miliar tersebut. Sebab mereka selama ini yang mengelola, menjual dan menyewakan tempat/lods di pasar Butung. Kalau dihitung-hitung nilainya ratusan miliar, bahkan mencapai satu triliun” kata Irvan Sabang.
Dikatakannya, KSU Bina Duta mengelola pasar Butung, Makassar, sejak 1998 sampai sekarang. Namun hasil pengelolaan termasuk penjualan dan sewa lods di pusat grosir terbesar di Indonesi Timur itu tidak jelas kemana.
“Ya patut dipertanyakan? karena selama ini tidak jelas, dimana dan kemana uang ratusan miliar itu mengalir? makanya kami minta pihak Kejaksaan tinggi sulsel untuk turun mengusut persoalan ini terkait dengan dugaan kami ini,” pungkasnya.
“Kejaksaan Tinggi Sulsel harus turun dan memburu oknum pengurus KSU Bina Duta yang kami duga telah menggelapkan dana tersebut. Kalau perlu sita semua aset milik pengurus Bina Duta,” ungkapnya. (mat)