MAKASSAR, UJUNGJARI.COM– Sebanyak 60 mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Makassar (UNM) berkunjung ke redaks Harian Berita Kota Makassar, Senin (20/5). Kunjungan jurnalistik ini dipimpin dosen pengampu Dr Wahyuddin bersama Ramlan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dijelaskan Wahyu, sapaan akrab Wahyuddin, kunjungan ini merupakan bagian dari mata kuliah yang diampunya, yakni Jurnalistik Olahraga. ”Jadi di FIK UNM ada mata kuliah Sport Jurnalistik. Karena itu, kami mengajak mahasiswa dari dua kelas untuk berkunjung ke redaksi BKM,” ujarnya.

Diakui Wahyu, Berita Kota Makassar dipilih sebagai tujuan kunjungan jurnalistik, karena media cetak ini merupakan salah satu yang terbesar di Makassar. Koran BKM juga memberi ruang khusus bagi pemberitaan kegiatan keolahragaan.

Kepala Redaksi BKM Andi Rustan yang menerima kunjungan mahasiswa UNM, menjelaskan tentang keberpihakan BKM terhadap perkembangan olahraga di Sulsel. ”Dalam pelaksanaan Porkot (Pekan Olahraga Kota) Makassar tahun 2019 baru-baru ini, hanya BKM yang menjadi satu-satunya mitra KONI Makassar untuk pemberitaan kegiatannya,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Rustan, pada setiap even Pekan Olahraga Daerah (Porda) Sulsel, BKM juga selalu memberikan porsi pemberitaan guna memenuhi kebutuhan pembacanya. Terutama yang terkait raihan medali serta klasemen.

Apalagi, BKM sebagai koran hadir bersama media daring yang dimilikinya, yakni ujungjari.com. Sehingga pemberitaannya saling melengkapi.

Terkait pelaksanaan Porkot Makassar, Wahyu menjelaskan bahwa  pada even tersebut ia menugaskan mahasiswanya. Mereka diminta untuk meliputnya. Kemudian dibuat dalam bentuk berita di atas kertas. Hal tersebut dilakukan guna mendorong minat mahasiswa untuk menulis.

”Melalui mata kuliah Jurnalistik Olahraga, kami mencoba memotivasi mahasiswa, khususnya Prodi Ilmu Keolahragaan FIK UNM agar tertarik menulis. Karena tidak tertutup kemungkinan nantinya ada di antara mereka yang berminat untuk jadi wartawan,” tuturnya.

Ketika diberi kesempatan bertanya dalam sesi tanya jawab, mahasiswa yang hadir dengan jaket kebesaran UNM, begitu antusias mengajukan pertanyaan. Mulai dari teknik peliputan, membuat berita, hingga menghadapi komplain atau protes yang terkait pemberitaan. (*)