MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — REI-Fajar Property and Tourism Expo resmi dibuka di Mall Phinisi Point, Makassar, Rabu (24/4).
Yang menarik dari pameran ini, beli rumah bisa sekaligus traveling. Begitupun sebaliknya, mau traveling bisa sekaligus dapat rumah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Ketua Bidang Promosi & Pameran REI Sulsel, Mustajab Mudji mengatakan, pameran ini sendiri akan menyediakan 42 booth. Terdiri dari para pengembang perumahan, perbankan, dan pelaku bisnis agen perjalanan (travel).
Untuk tipe rumah sendiri mulai dari tipe rumah subsidi hingga rumah komersil. Dengan harga mulai dari Rp136 juta hingga rumah komersil Rp3 miliar.
“Target transaksi untuk keseluruhan itu Rp200 miliar. Sekitar Rp150 miliar untuk jualan rumah dan sisanya untuk tourism,” katanya.
Ia menjelaskan, pameran kali ini memang agak berbeda. Sebab, pihaknya ikut menggandeng pelaku bisnis di sektor pariwisata. Termasuk tagline “Beli Rumah di 2019, harga 2018”. Yang artinya harga yang dijual di pameran ini adalah harga promo yang setara dengan harga rumah di 2018 lalu.
REI-FAJAR Property and Tourism Expo, yang berlangsung pada 24-28 April ini bekerjasama dengan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (ASITA) Sulsel.
Pameran ini mengusung konsep berbeda, menggabungkan antara membeli rumah sekaligus bisa jalan-jalan bagi para pembelinya.
Ketua Asita Sulsel, Didi L Manaba mengungkapkan, properti dan pariwisata dalam satu lokasi, merupakan kolaborasi yang sangat positif. Sebab, menjadi varian baru dalam sebuah pameran.
“Pengembang pasti punya promo sendiri. Untuk pembelian rumah. Kami dari Asita, akan mensinergikan program kami juga,” ungkapnya.
Ia memaparkan, telah menyiapkan empat skema program bagi pengunjung pameran yang melakukan transaksi pembelian rumah. Ada beli rumah gratis ke Singapura dan Kuala Lumpur. Ada juga rute domestik. Bisa tour ke Toraja dan Bali.
“Jadi pengunjung tinggal pilih saja, mau yang mana,” ungkapnya.
Didi pun mengharapkan dengan pameran ini, ada pergerakan pariwisata.
“Kira harapkan ada pergerakan untuk mendongkrak wisatawan dari 10 hingga 15 persen,” tutup Didi. (*)