Site icon Ujung Jari

BPN Akan Salurkan Lagi 7.000 Sertifikat PTSL Untuk Gowa

GOWA, UJUNGJARI.COM — Badan Pertanahan Nasional (BPN) kembali akan menyalurkan sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sebanyak 7.000 sertifikat.

Sertifikat PTSL ini secara keseluruhan untuk target sebanyak 10.000. Namun baru diterbitkan 7.000 lembar pada tahun 2019 ini sehingga masih tersisa 3.000 sertifikat lagi.

Hal ini dikatakan Kepala BPN Gowa Awaluddin saat memberikan laporan dalam rapat evaluasi dan pengarahan PTSL di Baruga Karaeng Pattingalloang, Senin (15/4/2019).

“Target kita itu 10.000 untuk pengukuran namun yang dibagikan sertifikatnya 7.000 di 2019 ini, jadi sisa yang 3.000 akan diikutkan pada tahun depannya lagi atau 2020 mendatang,” jelas Awaluddin.

Pengukuran maupun penyaluran sertifikat tersebut meliputi beberapa desa/kelurahan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Pallangga dan Kecamatan Bontomarannu.

“Ada tujuh desa/kelurahan yang akan kita sasar antara lain Bontomanai, Bontoramba, Julubori, Kampili, Toddotoa, Julupamai dan Julukanaya,” tambah Awaluddin.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Gowa Muchlis mengaku, PTSL ini sangat memudahkan masyarakat untuk mendaftarkan tanahnya agar mendapat kepastian hukum. Apalagi sudah adanya peraturan bupati yang menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Gowa terhadap program prioritas pusat melalui BPN ini.

Untuk persyaratannya, masyarakat cukup mendaftarkan tanahnya dengan menyerahkan foto copy KTP, KK dan dokumen kepemilikan tanah, serta uang senilai Rp 250 ribu untuk biaya operasional PTSL.

“Biaya operasional ini sudah ada dalam Perbub Nomor 9 tahun 2018 tentang biaya PTSL dengan peruntukan pengadaan dan penggandaan dokumen, materai, pembuatan pengangkutan dan pematokan serta biaya operasional, akomodasi dan transportasi petugas,” katanya.

Muchlis mengatakan, adanya biaya dikarenakan tidak tertanggungnya dalam APBD daerah, sehingga dilakukan pemerataan biaya.

Tak hanya itu dirinya mengaku Perbup tersebut bertujuan untuk percepatan pelaksanaan PTSL sehingga dapat memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum hak atas tanah rakyat.

“Jadi yang gratis adalah pelayanan setelah berkas semua masuk dari BPN dan petugas desa/kelurahan yang ditunjuk,” katanya

Olehnya dirinya berharap, masyarakat di dua kecamatan yang telah ditunjuk bisa segera mendaftarkan tanahnya pada program PTSL ini karena penertiban administrasi melibatkan orang yang sangat kompeten dalamnya.

“Semoga masyarakat bisa mengerti keuntungan dari PTSL ini, dan bisa menertibakan sesuai dengan Perbup yang telah dibuat,” harap Muchlis.

Sekadar diketahui pada 2018 lalu, BPN Gowa telah menyerahkan sebanyak 8.000 sertifikat PTSL yang tersebar di beberapa desa/kelurahan. (saribulan)

Exit mobile version