UJUNGJARI.COM — Untuk meminimalisir kebocoran dan memaksimalkan pendapatan di sekotor wisata, Pemkab Maros menerapkan sistem tiket elektronik (e-ticketing) di Taman Wisata Alam (TWA) Bantimurung. Rencananya, sistem ini akan diberlakukan pada Sabtu mendatang.

Hal itu dikatakan oleh Bupati Maros, Hatta Rahman saat berkunjung ke Bantimurung untuk menguji coba penggunaan tiket elektronik itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain untuk wisatawan lokal, tiket ini juga berlaku untuk wisatawan mancanegara yang akan masuk ke Bantimurung.

“Ini untuk meminimalisir terjadinya kebocoran, kita berharap dengan sistem e-tiket ini maka penerimaan PAD dari sektor pariwisata khususnya taman wisata alam Bantimurung bisa lebih maksimal,” kata Hatta kepada sejumlah awak media, Senin (7/1/2019).

Selain faktor kebocoran, Hatta menganggap ketatnya persaingan dalam sektor pariwisata, juga berpengaruh besar terhadap penerimaan PAD dari Bantimurung. Rencana kedepannya, tempat wisata lain juga akan diberlakukan sistem e-tiket seperti Leang-leang dan Bantimurung waterpark.

“Jadi memang ketatnya persaingan di sektor wisata ini menjadi salah satu faktor penerimaan pendapatan kita juga. Nah makanya kita memberlakukan ini, agar bisa lebih meningkat. Sekalian kita ingin wisatawan juga bisa lebih nyamanlah,” lanjut Hatta.

Hatta menambahkan, dengan sistem e-tiket ini, kunjungan wisatawan ke TWA Bantimurung dapat terdeteksi setiap harinya. Pengunjung sebelum masuk harus membeli tiket yang berisi barcode yang berlaku satu kali masuk. Kartu inilah yang digunakan untuk membuka pintu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Maros, Kamaluddin Nur menambahkan, kedepan, pihaknya akan menyediakan kartu yang bisa digunakan berkali-kali seperti kartu e-toll.

Selain itu, pihaknya juga sudah menyiapkan 4 mesin e-tiket untuk menghindari penumpukan di pintu masuk TWA Bantimurung.

“Mesin e-ticketing kita siapkan sebanyak empat buah untuk menghindari penumpukan pengunjung dan untuk petugas penjaga mesin e-tiket akan kita latih terlebih dahulu karena ini kan sistem baru. Anggarannya ini sebesar Rp 198 juta,” terangnya. (Askari)